S1 Ilmu Gizi

A. Profile Program Studi S1 Ilmu Gizi

Meningkatnya tingkat kesejahteraan manusia mempunyai dampak yang cukup besar terhadap status gizi manusia. Permasalahan gizi di Indonesia semakin kompleks seiring terjadinya transisi epidemiologis. Berbagai permasalahan gizi kurang, menunjukkan penurunan sementara itu di lain pihak masalah gizi lebih dan penyakit degeneratif justru menunjukkan peningkatan. Untuk menanggulangi berbagai permasalahan gizi tersebut dibutuhkan tenaga kesehatan dan ahli gizi serta ilmuwan yang dinamis, mandiri, dan menjunjung etik profesional yang tinggi sehingga dapat memberikan kontribusi dalam upaya berbagai pengembangan ilmu dan pelayanan kesehatan di berbagai bidang termasuk bidang gizi. Pendidikan gizi dapat ditempuh melalui jalur akademik Strata 1 dengan lama waktu 4 tahun. Pendidikan S1 Ilmu Gizi merupakan pendidikan tinggi gizi yang menghasilkan lulusan sarjana gizi yang memiliki sikap dan kemampuan dalam bidang gizi yang diperoleh melalui penerapan kurikulum pendidikan dengan berbagai bentuk pengalaman belajar, meliputi pengalaman belajar di kelas, laboratorium, dan klinik serta dilengkapi dengan fasilitas belajar yang menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Lulusan dari kualifikasi pendidikan S1 Ilmu Gizi diharapkan memiliki kemampuan untuk menguasai dasar-dasar ilmiah dan keterampilan, menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan praktik gizi, mampu bersikap dan berperilaku dalam berkarya dibidang gizi, mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan praktik mandiri. Program Studi S1 Ilmu Gizi STIKes Mitra Keluarga didirikan berdasarkan ijin DIKTI No 149/E/O/2014, yang diharapkan menjadi salah satu sarana penyedia tenaga Ahli Gizi berkualitas di Indonesia.

S1 GIZI

1. Visi
Menjadi salah satu program studi S1 Ilmu Gizi unggulan di Indonesia pada tahun 2020

2. Misi
a. Menyelenggarakan program studi S1 Ilmu Gizi secara profesional sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan berbasis penelitian di bidang gizi dan pangan.
b. Mengembangkan profesionalisme sumber daya manusia melalui peningkatan jenjang pendidikan yang berkesinambungan dan pengembangan diri di bidangnya.
c. Menjadi model penyelenggaraan program studi S1 Ilmu Gizi di Indonesia.

3. Tujuan
a. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai ahli gizi dan unggul di bidang gizi dan pangan
b. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia
c. Menghasilkan publikasi ilmiah di bidang gizi dan pangan secara berkala melalui jurnal nasional dan internasional
d. Meningkatkan kerjasama dengan pendidikan tinggi yang melaksanakan pendidikan gizi dan atau pangan di dalam negeri maupun luar negeri yang berkualitas
e. Menerapkan dan mengembangkan proses pembelajaran dengan e-learning
f. Meningkatkan sarana prasarana untuk mendukung kegiatan akademik dan non akademik

B. Profil Lulusan
Lulusan program studi diharapkan menjadi ahli gizi dan berperan sebagai:
1. Pengelola pelayanan gizi di rumah sakit, masyarakat dan institusi penyelenggara makanan
2. Pendidik/penyuluh/konsultan gizi
3. Peneliti di bidang gizi dan pangan
4. Pelaku kegiatan wirausaha di bidang gizi dan pangan
5. Berpartisipasi dalam penanganan masalah gizi bersama tim kesehatan dan tim lintas sektoral

C. Kompetensi Lulusan
Kompetensi lulusan merupakan output pembelajaran yang ditetapkan berdasarkan profil lulusan. Kompetensi lulusan Program Studi S1 Ilmu Gizi STIKes Mitra Keluarga terdiri atas:

1. Kompetensi Utama
a. Melakukan praktik kegizian sesuai dengan nilai-nilai dan kode etik profesi gizi
b. Melakukan pengkajian dan intervensi gizi
c. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan gizi dalam praktik kegizian
d. Memberikan konseling, pendidikan, dan/atau intervensi lain dalam promosi kesehatan atau pencegahan penyakit yang diperlukan dalam terapi gizi untuk keadaan penyakit umum
e. Menginterprestasikan dan memadukan pengetahuan ilmiah terbaru dalam praktik kegizian
f. Meningkatkan mutu pelayanan gizi dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan
g. Mengelola sarana dan prasarana fisik dan merancang unit-unit kerja
h. Mengawasi sumberdaya manusia, keuangan, fisik dan materi secara terpadu
i. Mengawasi produksi makanan yang sesuai dengan pedoman gizi, biaya dan daya terima klien
j. Mengawasi pengembangan dan atau modifikasi resep/formula
k. Mengawasi penerjemahan kebutuhan gizi menjadi menu makanan untuk kelompok sasaran
l. Mengawasi rancangan menu sesuai dengan kebutuhan dan status kesehatan klien
m. Mengawasi sistem pengadaan, distribusi dan pelayanan makanan
n. Mengelola keamanan dan sanitasi makanan
o. Menilai status gizi untuk individu dan kelompok
p. Menilai status gizi klien dengan kondisi kesehatan khusus
q. Merancang dan menerapkan rencana pelayanan gizi sesuai dengan keadaan kesehatan klien
r. Mengelola pemantauan asupan makanan dan gizi klien
s. Memilih, menerapkan dan mengevaluasi standar makanan enteral dan parenteral untuk memenuhi kebutuhan gizi yang dianjurkan termasuk zat gizi makro
t. Mengembangkan dan menerapkan rencana pemberian makanan peralihan
u. Mengkoordinasikan dan memodifikasi kegiatan pelayanan gizi
v. Beraprtisipasi dalam melakukan penilaian cita rasa (organoleptik) makanan dan produk gizi
w. Mengembangkan dan mengevaluasi program pangan dan gizi masyarakat

2. Kompetensi Pendukung
a. Menggunakan teknologi mutakhir untuk kegiatan komunikasi dan informasi
b. Memiliki kemampuan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris
c. Mampu mengintegrasikan nilai-nilai ajaran agama dalam memberikan asuhan gizi kepada klien

3. Kompetensi Lainnya
a. Mengelola organisasi gizi
b. Menyajikan karya ilmiah dalam bentuk tertulis dalam jurnal ilmiah
c. Memiliki jiwa leadership

D. Fasilitas Laboratorium
Laboratorium untuk kebutuhan pendidikan disediakan untuk menyiapkan lulusan yang akan terjun ke dunia kerja dan siap pakai. Laboratorium yang ada di STIKes Mitra Keluarga untuk program studi antara lain laboratorium dietetik dan kulinari, laboratorium teknologi pengolahan pangan, dan laboratorium organoleptik.
1. Laboratorium Dietetik dan Kulinari
Laboratorium Dietetik dan Kulinari digunakan untuk kegiatan praktikum dalam rangka merancang dan membuat menu makanan khusus (orang dengan kondisi dan keadaan tertentu)
2. Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan
Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan digunakan untuk kegiatan praktikum dalam rangka mengolah bahan makanan mentah menjadi bahan makanan setengah jadi ataupun bahan makanan jadi menggunakan prinsip pengawetan dengan teknik pengolahan mekanis, kalor, dan kimiawi.
3. Laboratorium Organoleptik
Laboratorium Organoleptik digunakan untuk kegiatan praktikum dalam rangka menguji produk-produk makanan setengah jadi ataupun bahan makanan jadi yang merupakan hasil dari pengolahan mengolah bahan makanan mentah. Uji produk makanan yang dilakukan di Laboratorium Organoleptik merupakan uji indrawi yang menggunakan beberapa alat indera yang kita miliki, sebagai contoh: indera pada lidah, hidung, dan mata.

Prodi Gizi